Arti Nama-Nama Bulan Dalam Kalender Hijriyyah

Dalam Website resmi Taqwim Ummul Quro, kalender hijriyyah resmi yang digunakan di Arab Saudi, disebutkan bahwa arti nama-nama bulan hijriyyah adalah: 1. Muharrom Bulan pertama pada kalender hijriyyah. Dinamakan dengan Muharrom karena bangsa Arab saat itu mengharamkan perang pada bulan ini. Iklan

Hikmah Ilahi di Balik Musibah yang Melanda

Para pembaca yang dirahmati Allah, belakangan ini negeri kita Indonesia diguncang berbagai musibah. Rangkaian bencana, gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, dan lain sebagainya telah menelan banyak korban, baik nyawa maupun harta benda. Sedangkan yang selamat, tidak sedikit dari mereka yang harus tinggal di pengungsian, bahkan terpisahkan dengan keluarga dan karib kerabat.

Idul Adha Bersama Pemerintah

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ, وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ, وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّوْنَ “Puasa itu adalah di hari kalian (umat Islam) berpuasa, berbuka adalah pada saat kalian berbuka, dan berkurban/ Iedul Adha di hari kalian berkurban.” [HR. at-Tirmidzi no. 697, dishohihkan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shohihah no. 224]

Puasa Hari Arafah – Ustadz Hammad Abu Mu’awiyah

Puasa arafah termasuk dari puasa-puasa sunnah dalam Islam yang mempunyai keutamaan yang besar. Dari Abu Qatadah Al-Anshari -radhiallahu anhu- dia berkata: وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ , فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ “Dan beliau -alaihishshalatu wassalam- ditanya tentang puasa pada hari arafah, maka beliau menjawab, “Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan … Baca lebih lanjut

Percakapan Asatidz Indonesia Dengan Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi Tentang Puasa Arafah dan Idul Adha Untuk Mengikuti Pemerintah

Ahmad bin Yahya bin Muhammad bin Syubair An-Najmi Aali Syubai Alhamdulillah, Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, para shahabat serta mereka yang selalu setia mengikuti sunnahnya sampai akhir zaman.

Hukum Mengangkat Kedua Tangan pada Takbir-takbir Shalat ‘Id

Penulis: Abu Abdillah Banyak pertanyaan muncul tentang hukum mengangkat kedua tangan pada takbir-takbir shalat ‘id selain takbiratul ihram, apakah amalan itu termasuk sunnah atau bukan.

Berhari Raya Dengan Siapa?

Sudah beberapa tahun ini, sering kali kaum muslimin di Indonesia tidak merasakan berhari raya bersama-sama. Mungkin dalam berpuasa boleh berbarengan, namun untuk berhari raya kadang kaum muslimin berbeda pendapat. Ada yang manut saja dengan keputusan Departemen Agama RI (pemerintah).

Menyatukan Hari Raya

Oleh Ustadz Armen Halim Naro Perselisihan dalam menentukan hari raya, baik hari raya Idul Fithri maupun hari raya Idul Adha menjadi sebuah fenomena yang seringkali terjadi di kalangan kaum muslimin seakan-akan makna “al-id” yang seharusnya sesuatu yang berulang dengan penuh kegembiraan dan keceriaan, berubah menjadi sebuah permasalahan yang berulang-ulang tiap tahunnya dengan perselisihan dan pertengkaran.

Tuntunan para Salaf dalam bertakbir disaat hari Raya

Penulis: Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “ Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, mudah-mudahan kalian mau bersyukur”.

Bolehkah Berqurban Atas Nama Mayit?

Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin Pertanyaan Atas nama siapakah berqurban itu disunnahkan? Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullahu menjawab: “Disunnahkan dari orang yang masih hidup, bukan dari orang yang telah mati.